
Karya seni Anhar dan Suef dipajang dalam gelaran pameran bertajuk 'The Jumping City'
Lentera ini yang nantinya menjadi ’penerang’ jalan bagi orang-orang yang mulai melakukan ritus padusan atau ziarah ke pemakaman sanak keluarga sebagai pembuka babak Ramadan.
Selanjutnya, secara kultural damar kurung juga dipasang di depan rumah, maupun tempat penting lain, misalnya di jalan kampung yang dilalui warga.
Di sekujur permukaan lentera itu cerita-cerita masyarakat Gresik seperti tradisi pasar bandeng, perayaan IdulFitri, suasana warung kopi hingga keramaian alun-alun dinarasikan melalui lukisan.
”Damar kurung menjadi semacam kanvas tradisional berisi ingatan-ingatan warga untuk dituturkan,” paparnya.
The Jumping City
Pemilihan tajuk ’The Jumping City’ untuk gelaran pameran tersebut, Hidayatun Nikmah mengaku karena karya-karya Anhar dan Suef banyak mengungkap kehidupan kota yang dinamis, yang progresif sekaligus regresif dalam satuan waktu yang sama dalam perkembangan kota.

















