Sebagai Penghormatan, Karya RM Yunani Prawiranegara dan Syirikit Syah Turut Mengisi ‘Setelah Tanpa Deadline’

0
1301


“Karya Yunani yang ditulis menjelang wafat terasa sangat liris dan sublim,” ujar Imung.

Salah satu ‘suhu’ para calon wartawan di Stikosa-AWS, Zainal Arifin Emka, menyumbangkan puisinya yang terasa sangat religius.

Mantan Kepala Biro TV One Jawa Timur, Suprijana, menulis senryu, puisi khas Jepang.

Diimbangi Adriono, penyedia editing service MataBaru dan Pendar Asa Komunika, yang menyajikan haiku.

Sapto Anggoro yang dikenal sebagai tokoh legenda media online Indonesia karena  membesarkan detik.com, Media Monitoring Binokular, tirto.id, dan lain-lain menyebut karyanya sebagai puisi esai.

Salah satu karyanya diberinya judul ‘Mantra Justru’, persis judul bukunya yang laris manis.

“Saya kan tidak pernah menulis puisi,” kata salah satu Ketua Dewan Pers itu.

1 2 3

Comments are closed.