Sebagai Penghormatan, Karya RM Yunani Prawiranegara dan Syirikit Syah Turut Mengisi ‘Setelah Tanpa Deadline’

Puluhan mantan wartawan Surabaya Post bikin antologi puisi 'Setelah Tanpa Deadline'. (foto: IST)
Beberapa mantan wartawan SP yang kini masih aktif di berbagai lembaga, ikut menulis. Di antaranya Sunu Dyantoro (Tempo), Henry Nurcahyo (Pakar Budaya Panji), Dr Achmad Supardi (dosen President University), Nur Fakih (MUI Gresik), Hasan Bisri BFC (MNCTV), Siswowidodo (Antara), Sugeng Purwanto (Tagar.co dan PWMU.co), Gatot Susanto (Global-News.co.id dan DutaIndonesia.com), Bambang BES (mantan Humas Unair), dan beberapa nama lain.
Yusron Aminulloh, CEO DeDurian Park Wonosalam Jombang, meskipun kesehatannya belum pulih benar, ikut menyumbang tiga karya. Sedang M Anis hanya memberi catatan pengantar.
“Wartawan senior Herman Basuki dan Djoko Pitono sedang dalam pemulihan setelah sakit,” cetus Imung.
Mantan awak media SP lainnya, seperti Sayang Soeharto (Maspion), Ali Salim (Bhirawa), Dwi Eko Lokononto (Pemimpin Umum beritajatim.com), Erfandi Putra (Penanggung Jawab/Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Global-News.co.id), dan Abdul Hanan Jalil (CEO NusaDaily.com) tidak sempat ikut menulis.
Sedang Budiono Darsono (detik.com, kumparan) dan istrinya Hana Budiono (Agrakom PR), serta Totok Suryanto (TV One/Dewan Pers) juga absen.
Bagi pemerhati sastra yang ingin mengoleksi Antologi Puisi Surabaya Post ‘Setelah Tanpa Deadline’ dapat menghubungi Imung Mulyanto WA 08123521100 dengan transfer ganti cetak dan ongkir sebesar Rp100.000. ap
















