
Titiek Puspa (foto-foto: dok/IST)
75 Tahun Menyala
Menyebut 75 tahun perjalanan Titiek Puspa bukan sekadar menghitung usia profesi. Itu seperti membaca sebuah kitab dengan lembar-lembar hidup yang penuh warna.
Dari piringan hitam pertama berlabel ‘Gembira’ hingga tampil di operet Papiko yang legendaris di TVRI. Dari lagu ‘Di Sudut Bibirmu’, hingga ‘Minah Gadis Dusun’, dan ‘Pantang Mundur’.
Tentu saja ada karyanya bagi kalangan anak seperti ‘Menabung’ sebagai bukti cintanya tak hanya pada seni tetapi kepeduliannya pada penerus bangsa.
Titiek bukan sekadar penyanyi. Ia pencipta lagu. Ia aktris. Ia pendidik emosi. Ia pelukis kehidupan dengan melodi dan lirik sebagai kuasnya. Ketika tubuhnya diserang kanker serviks pada 2009, ia justru melahirkan 61 lagu selama menjalani kemoterapi.
Sebutan apa yang pantas disematkan bagi semangat seperti itu jika bukan teladan?
















