
Mengenai tanggal peresmiannya, Cak Eri menjawab singkat,“InsyaAllah wisata ini menjadi kado bagi warga Surabaya, yakni saat ulang tahunnya Surabaya.”
Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menegaskan bahwa optimalisasi Tahura Pakal, khususnya hutan cemara, memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan komunitas.
“Mudah-mudahan ini bisa segera kami mantapkan bentuk kolaborasinya. Dan ini bisa menjadi destinasi wisata yang menantang bagi warga Surabaya dan sekitarnya,” imbuhnya.
Dimulai dari Sirkuit GBT
Rute offroad akan dimulai dari Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) menuju Taman Hutan Cemara, dengan berbagai tingkat kesulitan dan rintangan yang berbeda di setiap titik. Meskipun masih ada beberapa catatan perbaikan dari uji coba, Antiek optimistis semua akan selesai sebelum peresmian.
“Alhamdulillah ini tadi dengan komunitas ada beberapa catatan, dari Pak Wali juga ada beberapa catatan nanti kita akan revisi perbaiki,” tuturnya.
















