
Arfan Sabran, sutradara 'Jodoh 3 Bujang' bersama para pendukung film produksi Starvision tersebut usai acara nonton bareng di Studio XXI Royal Plaza Surabaya, Kamis (26/6/2025).
“Nisa sebenarnya bukan karakter antagonis. Ia juga menjadi korban pasif dari sistem yang begitu menekan,” ujar Maizura.
Dia menambahkan, karakter Nisa kompleks. Nisa dituntut untuk terlihat biasa-biasa saja tapi di dalamnya menyimpan luka dan konflik batin.
Dan karakter Nisa ini nyata sekali, seperti banyak perempuan di dunia nyata yang tidak bisa memilih jodoh pilihannya sendiri,” imbuhnya.
Sementara, Jourdy dihadapkan pada tanggung jawab keluarga. Sebagai anak pertama, ia dituntut untuk bisa memenuhi ekspektasi orangtua dan menjadi pelindung bagi kedua adik laki-lakinya.
“Di film ini, akan diperlihatkan bagaimana seorang laki-laki mengalami perubahan yang sangat berarti pada usia tertentu. Secara pribadi, aku sangat tertantang dengan premis film ini, bagaimana tiga saudara mau menikah bersamaan tapi satu saudaranya tiba-tiba jodohnya ditikung,” ungkapnya.

















