
Menurut Esti, para peserta berasal dari latar belakang profesi yang beragam. Mulai anggota dewan, dokter, bankir, pendidik, psikolog, pengusaha, hingga seniman.
Diharapkan, lewat pameran yang dibuka oleh Dr Pribadi Widodo MSn BEArch ini, mereka bisa melepas atribut keseharian dan menyatu dalam satu identitas yang sama, wanita pelukis Indonesia.
Sedang Kurator pameran, Agus Koecink, menyebut karya yang dipamerkan tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadi ruang ekspresi.
“Lukisan-lukisan ini adalah suara para pelukis wanita untuk menyampaikan aspirasi dan menggugah semangat kemerdekaan. Sebuah refleksi tentang kebebasan berekspresi di bulan kemerdekaan,” tandasnya. ap
















