
Sementara itu, beberapa anggota lain merasa lega karena jadwal manggung tidak bentrok. “Senang, karena karena juara dua enggak juara tiga. Karena kalau juara tiga jadwalnya nabrak. Jadi alhamdulillah juara dua,” ujarnya.
Kemenangan ini merupakan kesempatan emas untuk tampil di Jazz Traffic Festival 2025 pada hari kedua, Minggu (28/9/2025).
D’Luvino yang seluruh anggotanya masih duduk di bangku kelas 3 SMP mengaku baru terbentuk karena ingin ikut kompetisi ini. “Kami ketemu di sosmed, terus karena ada lomba ini, kami bentuk band baru bulan Agustus kemarin,” kata salah satu personel D’Luvino.
Mereka mengaku berlatih rutin seminggu sekali. Namun karena antusias mengikuti Jazz Band Competition 2025, frekuensi latihan meningkat menjadi dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Sebelumnya, Fabian Yudhistira juri sekaligus Music Director Radio Suara Surabaya menerangkan, kompetisi ini digelar tidak hanya sebagai ajang unjuk bakat, tetapi juga menjadi ruang regenerasi musisi jazz muda di Surabaya.
Untuk penilaian peserta, tiga juri yang terlibat menilai empat aspek yang harus dimiliki peserta untuk meraih juara seperti, harmonisasi, vokalitas, orisinalitas, dan ketepatan waktu. */wid
















