
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya didampingi Firman S Permana, Ketua Harian PHRI Wilayah Kota Surabaya. (foto: dok Diskominfo Surabaya)
Selain menjaga moralitas, Cak Eri menekankan langkah ini juga penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi Surabaya sangat dipengaruhi oleh keberadaan hotel. Jadi kita harus bersama-sama menjaga agar hotel tetap hidup, tapi jangan sampai maksiat juga terjadi di sana,” pesannya.
Siap Tindak Lanjuti
Sementara itu, Firman Sudi Permana, Ketua Harian PHRI Wilayah Surabaya menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wali Kota Eri Cahyadi dengan langkah nyata.
“Kalau kami dari PHRI sudah ada komitmen. Alhamdulillah, kami diberi kesempatan oleh Pak Eri untuk menerima masukan. Karena dampaknya bukan hanya dari sisi pariwisata, tapi juga budaya dan citra kota,” katanya.
Firman tak menepis bahwa kasus seperti ini bisa menurunkan tingkat okupansi dan menimbulkan pertanyaan soal keamanan Surabaya sebagai destinasi wisata. “Makanya kami akan mempertajam sistem pengawasan, mulai dari keamanan, resepsionis, hingga semua aspek hotel agar lebih waspada,” ucapnya.
Firman juga menyebutkan, pihaknya segera membuat surat edaran ke seluruh anggota PHRI untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Pemkot Surabaya.
















