
Beragam gaya ditampilkan. Dari realisme yang tajam, ekspresionisme yang emosional, hingga abstraksi yang kontemplatif, yang hadir sebagai cermin pengalaman dan pencarian artistik para pelukis.
Beberapa karya menuturkan ekspresi personal, merekam suasana batin yang lirih.
Sementara yang lain menggambarkan dinamika kota atau kesan yang tertangkap sekelebat, kemudian membekas.
“Ini bukan sekadar pameran lukisan. Tetapi upaya para pelukis dalam menyuarakan irama kesehariannya,” paparnya.
Tujuan lain dari pameran lukisan ‘Dejavu #2’, lanjut Muit Arsa, adalah agar perupa terus berkarya sebagai bentuk eksistensi diri. “Sekaligus bergerak untuk mengembangkan dan memajukan kesenian khususnya seni rupa di Surabaya, dan tentu Jatim pada umumnya,” tegas Muit.

















