Pemkot Surabaya Kembangkan Sitalas untuk Perkuat Komitmen sebagai Kota Layak Anak Paripurna

Data Kuantitatif dan Kualitatif
Data kuantitatif, kata Irvan, mencakup berbagai indikator numerik yang menggambarkan capaian program dan kegiatan Kota Layak Anak (KLA) dan Child Friendly Cities Initiative (CFCI) di Kota Surabaya.
“Jenis data ini berfungsi memberikan gambaran objektif, terukur, dan terstandar mengenai kondisi anak-anak, sekaligus menjadi dasar dalam melakukan analisis capaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan berbasis angka yang valid,” urainya.
Sedangkan dalam data kualitatif, lanjut Irvan, berisi narasi, hasil observasi, serta gambaran implementasi kebijakan dan program KLA dan CFCI di masing-masing perangkat daerah, kecamatan serta kelurahan. Data ini memberikan pemahaman mendalam mengenai konteks pelaksanaan dan best practices (praktik baik) yang muncul dalam proses pembangunan ramah anak di Surabaya.
Irvan menekankan, melalui integrasi kedua jenis data tersebut, Sitalas mampu menyajikan informasi yang komprehensif, tidak hanya menggambarkan capaian secara statistik, tetapi juga merekam proses dan pengalaman pelaksanaan program di lapangan.
“Kombinasi ini menjadi landasan kuat bagi Pemkot Surabaya dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, responsif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan anak,” imbuhnya.















