
Dari kiri ke kanan: Anita Ratna Faoziyah, Mukit Hendyatno (Ketua Dewan Pembina PPJAI), Prof Dr Ir Dwisuryo Indroyono Soesilo (Duta Besar RI untuk Amerika Serikat), dan apt. Heri Susanto SFarm (Ketua Umum PPJAI) saat kunjungan kerja untuk memfinalisasi jalur distribusi jamu melalui Fulfillment by Amazon (foto: IST)
Tak hanya fokus pada logistik dan regulasi, PPJAI juga meninjau peluang digitalisasi dan penguatan branding dengan mengunjungi pusat inovasi seperti Google dan Meta di Silicon Valley. Delegasi mempelajari strategi pemasaran digital yang efektif bagi pasar AS, menegaskan komitmen PPJAI membangun citra jamu sebagai produk kesehatan modern yang relevan bagi konsumen global melalui kampanye digital yang terukur dan pemanfaatan teknologi pemasaran terkini.
Kunjungan ini sekaligus mempersiapkan peluncuran perdana produk di Amazon, mencakup standardisasi produk final, penyesuaian kemasan, dan penyusunan dokumen ekspor. Langkah-langkah ini menjadi fase konkret bagi jamu Indonesia untuk memasuki pasar internasional secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Dengan strategi matang, dukungan diplomatik yang kuat, dan kesiapan logistik berstandar internasional, PPJAI memastikan jamu Indonesia siap tampil sebagai ikon kesehatan global yang berakar pada kearifan lokal.
Pengiriman perdana ke Amazon Fulfillment bukan sekadar distribusi produk tetapi langkah bersejarah yang membuka jalan bagi jamu Indonesia untuk bersaing sejajar dengan produk kesehatan dunia dan menandai era baru, yakni warisan nusantara menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat internasional. ap
















