
Dan kesemuanya ini diajarkan secara gratis bagi warga Kota Surabaya maupun warga luar Kota Surabaya.
Pertunjukan kedua, pukul 19.00-21.00, adalah para penampil dari berbagai usia dan latar-belakang.
Di antaranya ada grup vokal asuhan Rumah Kreatif, juga Aska Haydarrahman yang berkebutuhan khusus dan pernah didaulat jadi narasumber.
Ada pula Reza Haris yang masih kuliah jurusan tafsir hadis dan sangat ingin bikin buku puisi karena karyanya sudah banyak. Juga ada Galuh Kinasih dari Ilmu Komunikasi Unair.
Gelaran ini akan dimeriahkan pula oleh para mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wiwatikta (STKW) Surabaya yang diboyong oleh dosennya, Deny Tri Aryanti.
Juga Miracle Band pimpinan Hari TJ, dengan projek kolaborasi yang disebut Sahabat Indonesia Satu.
Kelompok musik yang berfokus pada penyampaian pesan persatuan melalui musik ini ikut mensponsori panggung, sound, dan lampu pertunjukan sehingga pertunjukan akan tampak mewah.
Mukhsin Amar, musisi sekaligus pelukis turut tampil dengan suaranya yang khas. Chrisman Hadi (Ketua DKS) tak mau kalah ambil bagian di forum ini.
Desemba Sagita, Arul Lamandau, Heru Prasentyono dan Widodo Basuki adalah nama-nama yang tak asing di kancah kesenian Surabaya.
Mereka tampil dalam format kolaborasi bernama Desemba & Brothers dan akan memberi kejutan dengan membaca karya Rendra. “Kota Surabaya memang harus terus dinyalakan melalui kegiatan-kegiatan kesenian yang sebetulnya terus bertumbuh,” pungkas Jil. wid

















