
Nugroho Agung Prasetyo
“Buku ini bukan sekadar panduan teknis, melainkan catatan dari dapur kerja PR yang mungkin juga dialami praktisi industri lainnya.
“Dalam buku ini saya menghadirkan perasaan dilema, keputusan penting, dan strategi komunikasi yang tak pernah muncul ke permukaan. Dalam krisis, PR tidak hanya bicara. Ia mendengar, merasakan, dan bertindak,” ungkap Agung yang juga Co-Founder iniSurabaya.com.
Demo Anti-Pornoaksi
Salah satu kisah di awal buku mengangkat peristiwa demonstrasi anti-pornoaksi terhadap dua stasiun televisi nasional pada awal 2000-an. Bagi tim PR yang terlibat, momen itu bukan sekadar krisis, melainkan ujian empati dan strategi komunikasi.
Alih-alih bersikap defensif, tim PR memilih pendekatan humanis dengan menemui para pengunjuk rasa dengan membawa tenaga medis untuk membantu para demonstran yang kelelahan di tengah panas siang.
Tindakan sederhana itu menjadi langkah komunikasi yang bermakna dalam menunjukkan bahwa empati bisa menjadi alat reputasi yang lebih kuat dari sekadar pernyataan pers.

















