Untold Stories–Strategi Public Relations di Industri Kreatif: Co-Founder iniSurabaya.com Ungkap Kerja PR di Balik Dinamika Isu Industri

0
986


Kisah lain yang tak kalah menarik datang dari sebuah panggilan telepon seorang anggota militer yang meminta salinan konten salah satu telenovela.

Sang PR muda kala itu menjelaskan batasan hukum hak cipta bukan dengan gaya birokratis, tapi dengan bahasa empatik yang justru memperkuat kepercayaan publik sehingga menciptakan pemahaman penelponnya.

Belum lagi ungkapan dalam cerita  lainnya, ketika produk kreatif mendapatkan resistensi dari sejumlah tokoh dan kelompok masyarakat berpengaruh.

Tekanan bukan hadir melalui platform digital saja, tapi juga surat resmi dan kehadirannya yang tentu berpotensi menekan citra dan reputasi.

“Saat itu kami merasa bahwa kami tidak sedang membuka konfrontasi untuk menambah lawan. Tapi saya dan perusahaan justru merasa pada fase tersebut harus mendekat, mendengar, dan belajar bersama, menciptakan saling pengertian,” tuturnya.

Bukan berbicara untuk merasa paling benar, lanjut Agung, tetapi mendengarkan keluhannya sambil mencari solusi bersama agar pihaknya tetap tumbuh tanpa mencederai kepercayaan kelompok manapun.

Dua Lapisan Kekuatan
Setiap bab dalam ‘Untold Stories’ dibangun dengan dua lapis kekuatan, yakni pengalaman nyata dan landasan teori yang kuat. Teori-teori klasik seperti Two-Way Symmetrical Model (Grunig & Hunt), Agenda Setting Theory, hingga Narrative Paradigm (Walter Fisher) dihidupkan lewat studi kasus yang terjadi di ruang produksi, ruang PR, hingga meja rapat krisis.

1 2 3 4 5

Comments are closed.