Angka Kasus HIV-AIDS Turun 10,03%, Didominasi Penderita dari Luar Surabaya

0
599

Nanik menandaskan, pemkot telah menyediakan 126 tempat tes HIV yang tersebar luas di 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan satu klinik utama. Ini adalah upaya untuk memudahkan semua orang mengakses tes kesehatan.

Tes ini secara khusus difokuskan pada kelompok yang memiliki risiko penularan tinggi, seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, serta ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular seperti TBC atau penyakit kelamin.

“Dinkes juga bekerja sama dengan kelompok-kelompok yang peduli HIV, seperti Aliansi Surabaya Peduli AIDS (ASPA) dan kelompok pendamping sebaya,” katanya.

Fasilitas Utama bagi ODHIV
Nanik menekankan bahwa Puskesmas di Surabaya kini tidak hanya sebagai tempat tes, tetapi menjadi fasilitas utama bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Puskesmas melayani mulai dari deteksi awal, perawatan, pengobatan, hingga pemberian obat Antiretroviral (ARV) secara rutin.

Layanan tes HIV ini sudah terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan lain, termasuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), serta tes TBC. Edukasi juga menjangkau calon pengantin (Catin) dan ibu hamil (Bumil) agar mereka tahu bahaya penularan HIV dan pentingnya tes serta pengobatan jika diperlukan.

1 2 3

Comments are closed.