Melawan ‘Serakahnomics’: Jadikan Persaingan Usaha sebagai Infrastruktur Pertumbuhan 8%

0
95

iniSURABAYA.com – Ambisi pertumbuhan ekonomi delapan persen yang dicanangkan Pemerintahan Prabowo-Gibran bukanlah target yang sederhana. Angka tersebut menuntut investasi masif dan efisiensi pasar yang tinggi.

Namun, sejarah ekonomi mengajarkan kita satu hal krusial, pertumbuhan tinggi yang tidak dikawal oleh aturan main yang adil hanya akan melahirkan ketimpangan. Di sinilah peran vital Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam satu tahun terakhir, yakni memastikan pasar bekerja sebagai alat pertumbuhan, bukan arena pertempuran bagi para pemburu rente.

Menurut Aru Armando Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan, selama satu tahun pemerintahan berjalan, paradigma pengawasan persaingan usaha di Indonesia telah bergeser menuju apa yang disebut sebagai guided competition atau persaingan terpimpin.

Filosofinya jelas, pasar dibiarkan bebas, namun negara akan mengintervensi dengan keras jika terjadi distorsi yang mengancam kepentingan nasional atau terjebak dalam praktik yang diistilahkan presiden sebagai ‘Serakahnomics’, sebuah pola ekonomi yakni pelaku usaha mengambil keuntungan berlebih dengan cara mematikan pesaing kecil.

“Keberadaan KPPU dan persaingan usaha merupakan cara untuk mengatasi ‘Serakahnomics’. Jadi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen, kompetisi harus ditingkatkan,” ujar Aru Armando dalam giatnya dengan awak media di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

1 2 3 4 5

Comments are closed.