Wujudkan Kota Sehat Berkelanjutan, 2 Siswa SMPN 1 Surabaya Ini Bikin Projek Ekologi ‘Mangrove Warrior’ dan ‘Taman Sansiviera’

“Tentunya kami mengapresiasi dukungan luar biasa dari Pemkot Surabaya, para orang tua, dan NGO seperti Tunas Hijau Indonesia dan Wahana Visi Indonesia,” ujarnya.
Sementara Irvan Wahyudrajat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya menegaskan, Pemkot Surabaya terus memperkuat identitas sebagai kota yang peduli lingkungan, kota yang digerakkan oleh partisipasi masyarakat, dan kota yang menempatkan generasi muda sebagai agen perubahan dalam menghadapi perubahan iklim.
“Hari ini kita menyaksikan bukti nyata bagaimana gerakan lingkungan hidup dapat tumbuh dari sekolah, berkembang bersama komunitas, dan memberi dampak luas bagi keberlanjutan kota,” urainya.
Irvan menandaskan bahwa gerakan pelajar ini selaras dengan reputasi global Surabaya sebagai Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF, UNESCO Learning City, dan memenuhi standar WHO Healthy City.
“Pengakuan internasional ini menempatkan Surabaya sebagai kota yang memprioritaskan tumbuh kembang anak, pembelajaran sepanjang hayat, serta lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan,” cetusnya.
















