
Yusuf Masruh, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya (dua dari kanan) bersama staf berkunjung ke kediaman Cak Kartono. (foto: Dinas Kominfo Kota Surabaya)
“Dalam upaya memperkuat literasi dan pelestarian budaya, kami melakukan kunjungan ke rumah Cak Kartolo sebagai bagian dari pengumpulan arsip dan dokumentasi budaya,” ungkap Yusuf Masruh usai kunjungan ke kediaman Cak Kartolo.
Yusuf menekankan, informasi dan dokumentasi tersebut akan diusulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026 dan selanjutnya diarsipkan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Kunjungan itu, lanjut Yusuf, jadi langkah awal dalam proses pendokumentasian dan pengarsipan tokoh-tokoh budaya Surabaya. “Banyak kisah dan jejak perjuangan para seniman yang belum tercatat secara sistematis, padahal memiliki nilai sejarah dan edukasi yang sangat penting,” ujarnya.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Surabaya untuk merawat ingatan kolektif sekaligus menumbuhkan literasi kebudayaan di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda,” imbuhnya.
Dalam pertemuan itu, Cak Kartolo didampingi sang istri, Ning Tini yang juga dikenal sebagai pelaku seni ludruk, memaparkan berbagai hal, mulai dari perjalanan panjangnya di dunia ludruk hingga peluang menjadikan kisah hidup dan karya-karyanya sebagai bahan literasi dan edukasi kebudayaan.
















