Seminar Benih Lokal Perkuat Dukungan Regulasi Pemerintah bagi Petani Menuju Produksi Benih Lokal

ILUSTRASI: Lahan pertanian (foto: dok/IST)
Seminar menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian, antara lain Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur.
Materi yang disampaikan meliputi kebijakan perbenihan tanaman pangan tahun 2026, pelestarian plasma nutfah, serta mekanisme pengawasan dan sertifikasi benih pangan lokal sesuai regulasi yang berlaku.
Selain sesi seminar, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kunjungan di wilayah Trawas, Mojokerto, untuk memberikan gambaran praktik nyata pengelolaan dan pengembangan benih lokal berbasis komunitas.
Pada sesi sharing, peserta mendapatkan perspektif internasional melalui pengalaman Neelam Dutta, praktisi benih lokal dari Assam, India, terkait pengembangan usaha benih lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota, penyuluh pertanian, petani dan penangkar benih lokal, pemerintah desa, akademisi, peneliti, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas benih.
Melalui seminar yang didukung PanEco Foundation ini, YPLHS berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, petani, dan komunitas dalam mewujudkan sistem perbenihan nasional yang berkelanjutan, berkeadilan, serta mendukung pengembangan benih lokal berstandar organik sebagai bagian dari kedaulatan pangan Indonesia. */wid
















