Pembatasan Gawai Tingkatkan Interaksi dan Fokus Belajar Siswa? Simak Fakta Berikut Ini

0
73

iniSURABAYA.com – Kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah yang diterapkan Pemkot Surabaya mulai menunjukkan dampak positif. Sejumlah sekolah mengakui kebijakan tersebut membantu meningkatkan interaksi sosial, fokus belajar, serta pengawasan terhadap peserta didik.

Maria Widawati, Kepala SMPK St. Vincentius Surabaya menyampaikan sekolahnya telah mensosialisasikan aturan pembatasan gawai sejak awal tahun 2026. Kebijakan pembatasan handphone (HP) tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya.

Maria menegaskan, SMPK St. Vincentius akan terus konsisten menerapkan pembatasan gawai karena manfaat yang dirasakan cukup signifikan bagi perkembangan siswa. “SMPK ST Vincentius ini akan terus menerapkan pembatasan gawai karena dampaknya sungguh luar biasa untuk anak-anak,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Ia juga membandingkan kondisi siswa sebelum dan sesudah kebijakan diterapkan. Sebelumnya, banyak siswa menghabiskan waktu dengan gawai saat berada di sekolah. “Kalau dulu ketika anak-anak datang, mereka berkelompok-kelompok, kemudian mabar (main gim bareng) atau membuka media sosial yang lain,” tuturnya.

Namun, setelah gawai dikumpulkan, Maria mengakui suasana sekolah berubah menjadi lebih komunikatif. “Setelah HP dikumpulkan, mereka (siswa-siswi) menjadi lebih banyak berbicara dengan teman-temannya,” imbuhnya.

1 2 3

Comments are closed.