BMPS Minta Pemkot Surabaya Batasi Bangun Sekolah Negeri, Irwan Dwi Arianto Beberkan Fakta Menohok Ini

Audiensi BMPS dengan Dewan Pendidikan Surabaya di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya. (foto-foto: dok/IST)

Visualisasi Jaringan Aktor, Emoji, dan hashtag SMP Swasta Surabaya berdasar Analisa big data
Menjawab keluhan tersebut, Irwan kemudian melakukan pembacaan awal berbasis komunikasi big data terhadap akun Instagram SMP swasta di Surabaya. Data memuat 3.835 unggahan resmi dari 56 SMP swasta Surabaya dari Januari hingga 27 April 2026.
Hasilnya menunjukkan sekolah swasta sudah aktif hadir di media sosial, tetapi belum sepenuhnya membangun dialog dengan publik. Sebanyak 82,4 persen unggahan tidak memiliki komentar. Hanya sekitar 5,5 persen unggahan yang memiliki lebih dari dua komentar.
“Sekolah swasta sudah memiliki digital presence, tetapi digital dialogue-nya masih lemah. Media sosial masih banyak berfungsi sebagai etalase kegiatan dan promosi, belum menjadi ruang komunikasi yang membangun kepercayaan orang tua,” ujar pakar big data ini.
Pendidikan yang Menyenangkan
Menurut Irwan, temuan itu relevan dengan arahan Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya tentang pendidikan yang menyenangkan, berkarakter, melibatkan orang tua, membatasi penggunaan gawai, mengembangkan bakat anak, dan mendorong kampung ramah pendidikan.
Dosen UPN Veteran Jatim ini menekankan, arahan tersebut membutuhkan komunikasi sekolah yang lebih dialogis dan terhubung dengan keluarga.















