Gandeng Pemilik Usaha di Jalan Utama: Pemkot Surabaya Tambah Jangkauan CCTV di TPS dan Pedestrian

0
22

Hal ini dilakukan, karena CCTV yang dimiliki setiap pengusaha tersebut berbeda merek, sehingga harus dilakukan sinkronisasi agar jaringannya terhubung menjadi satu.

“Jadi ada penyamaan fitur, karena ternyata CCTV mereka itu mereknya berbeda-beda, terus spesifikasinya juga berbeda, sehingga ini kami mencari (cara) kalau bisa menjadi satu rumah (jaringan). Makanya, saat ini kami juga sedang mengkaji bersama teman-teman di ITS, bisa nggak beberapa tipe ini dijadikan satu sehingga tidak perlu banyak rumah (jaringan),” tandasnya.

Adanya kerjasama tersebut, ia berharap, akses CCTV tersebut dapat membantu jajaran pemkot dan aparat penegak hukum (APH) dalam memantau Kamtibmas di Kota Surabaya. “Nanti teman-teman kepolisian juga bisa mengakses itu, sehingga bisa melakukan gerak cepat ketika terjadi kasus atau peristiwa yang mungkin meresahkan masyarakat,” harapnya.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya itu menambahkan, jaringan CCTV tersebut diharapkan sudah mulai terintegrasi minimal pada 1 Mei mendatang. “Harapan kami dalam waktu tiga bulan (maksimal) pada Agustus, terutama yang ada di jalan utama itu sudah bisa kita akses,” imbuhnya.

Sementara ini, kata Eddy, pemkot juga sedang memberikan pemahaman kepada para pemilik usaha, baik itu perkantoran, pertokoan, hingga mal, bahwa pemkot hanya ingin mengakses CCTV yang mengarah ke area luar tempat usaha.

“Kami tidak meminta (akses) yang mengarah ke dalam (ruangan), hanya meminta akses CCTV yang ke arah jalan dan tempat parkir tepi jalan umum. Nanti itu akan terkoneksi ke Call Center (CC) 112 room,” pungkasnya. */ana/ap

1 2 3

Comments are closed.