Pentas bareng Anak-anak Sanggar Ilalang, Besutan Meimura ‘Sambang Putu’ di Nganjuk

0
28

Di tubuh seorang cucu, seorang kakek atau nenek seperti sedang bercermin. Tapi cerminnya hidup—berlari, tertawa, kadang bandel, kadang diam seperti menyimpan rahasia semesta. Di situ, masa lalu tidak lagi berupa kenangan yang usang, melainkan hadir kembali dalam bentuk yang segar, nakal, dan kadang lebih berani.

Cucu menjadi potret berlapis yang terdiri dari wajah kakek, denyut nenek, jejak anak, dan cerita menantu—semuanya menumpuk dalam satu tubuh kecil yang terus tumbuh.

Maka jangan heran, jika rindu kepada cucu sering kali lebih nyaring daripada rindu kepada anak sendiri. Karena pada cuculah, rasa itu tidak hanya tentang kasih, tapi juga tentang perjumpaan ulang dengan diri.

Sebuah nostalgia yang tidak melankolis, tapi justru penuh energi baru. Seperti menemukan kembali mainan lama, tapi kali ini dimainkan dengan kesadaran yang lebih dalam.

Ada yang menarik ketika cucu mulai menunjukkan bakat—gerak tubuh yang luwes, cara bicara yang khas, atau bahkan selera jenaka yang tak jauh dari garis leluhur. Di situlah, seorang kakek atau nenek seperti melihat revolusi kecil sedang berlangsung.

1 2 3 4

Comments are closed.