Widodo Basuki Rilis Buku ‘Kutut Golek Kurungan’: Ini Celotehan Orang Kecil, Menertawakan Nasib yang Tak Pernah Bagus

0
37


Mengutip pernyataan Prof Ganjar Kurnia, budayawan asal Bandung, fiksi mini adalah upaya ‘menyuling kata’ untuk menghadirkan imajinasi tak terbatas.

“Fiksi mini adalah cerita yang ditulis secara fragmentaris, menyatukan aneka gagasan dan imajinasi sehingga jadi cerita singkat. Tetapi, pembaca tidak kehilangan alur cerita. Bahkan ada kejutan di akhir cerita,” tutur Widodo.

Tradisi ini memiliki jejak panjang dalam sastra dunia, bahkan telah dipraktikkan Ernest Hemingway kisaran tahun 1920. Gaya bertutur dalam karya ini juga mengingatkan pada kisah-kisah sufi ala Nasrudin Hoja dan Abunawas, meski saat itu belum dikenal dengan istilah fiksi mini.

Widodo Basuki yang lahir di Trenggalek 18 Juli 1967, dikenal sebagai sosok produktif dalam sastra Jawa modern. Selain menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Jayabaya, alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ini juga dijuluki ‘Raja Gurit’.

Widodo dikenal luas berkat kiprahnya dalam menulis geguritan dan prosa dengan tema sosial, budaya, hingga surealisme Jawa. Karya Widodo di antaranya ‘Layang Saka Paran’, ‘Ajisaka Angejawa’, dan ‘Jaran Tunggangan’. ap

1 2 3

Comments are closed.