
Widodo Basuki (foto: dok)
Jika perkutut itu hilang dari rumah, istrinya baru kembali ke rumah. “Buku kumpulan fiksi ini idenya tentang celotehan orang kecil, menertawakan nasib yang tak pernah bagus yang saya rangkum dari kenyataan sosial,” ungkap Widodo Basuki kepada iniSurabaya.com, Rabu (29/4/2026).
Buku ‘Kutut Golek Kurungan’ yang tebalnya 98 halaman ini adalah kumpulan 33 fiksi mini bahasa Jawa. Buku kumpulan cerita pendek ini dikemas dengan gaya crita seprapat kaca.
Secara harfiah, crita seprapat kaca dalam khazanah sastra Jawa merujuk pada cerita yang hanya memakan seperempat halaman majalah atau sekitar satu halaman dalam format buku.
Genre ini mulai berkembang sejak era 1970-an dan kerap menghiasi media berbahasa Jawa seperti Majalah Jayabaya dan Panjebar Semangat.
Dalam konteks sastra modern, bentuk ini sejalan dengan konsep flash fiction atau fiksi mini yang menuntut kepadatan bahasa dan ketajaman imajinasi.

















