
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia menggelar The 18th IOMU 2026 yang dihadiri 200 peserta dari dalam dan luar negeri.
iniSURABAYA.com — Perluasan jangkauan layanan kesehatan ke sektor informal, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jadi fokus utama The 18th Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU 2026) yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki) di Surabaya.
Forum ilmiah tahunan yang berlangsung selama tiga hari (15-17/5/2026) itu mempertemukan para profesional kesehatan kerja dari dalam dan luar negeri. Tahun ini, IOMU mengangkat tema ‘Occupational Medicine without Borders: Emerging Risks, Evolving Workforces, and Inclusive Collaboration’ yang menyoroti tantangan baru dalam dunia kerja yang terus berkembang.
Menurut dr Iwan Susilo Joko MKK SpOk, Ketua IOMU 2026, layanan kesehatan ke sektor informal dan UMKM selama ini masih minim tersentuh kerja profesional. “Sektor UMKM merupakan tantangan besar bagi kami, Kementerian Kesehatan, dan IDI,” ujarnya saat ditemui tengah acara tersebut, Sabtu (16/5/2026).
Dokter Iwan berharap, kedokteran okupasi dapat berperan aktif meningkatkan kualitas kesehatan kerja di industri kecil ini melalui kolaborasi dengan puskesmas sebagai pendamping di lapangan.
Diungkapkan pula bahwa IOMU 2026 terdiri dari dua agenda utama, yaitu konferensi dan workshop. Sesi konferensi menghadirkan pembicara nasional dan internasional melalui plenary, concurrent, dan parallel sessions yang membahas berbagai isu strategis seperti risiko kerja baru, perubahan tenaga kerja, kesehatan mental, perubahan iklim, hingga pemanfaatan teknologi dan artificial intelligence dalam kesehatan kerja.
















