
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia menggelar The 18th IOMU 2026 yang dihadiri 200 peserta dari dalam dan luar negeri.

Dari kanan: dr Iwan Susilo Joko MKK SpOk (Ketua IOMU 2026), dr Abu Hasan Samad (President Academy of Occupational and Environmental Medicine Malaysia), Shyam Pingle MD (Vice President of International Commission on Occupational Health), Dr dr Sutrisno SpOG(K) Subsp FER (Wakil Ketua PB IDI), Prof Koji Mori MD PhD (University of Occupational and Environmental Health-Jepang), dan Dr dr Agustina Puspitasari SpOk Subsp BioKO(K) (Ketua Perdoki).
Forum ilmiah tersebut juga diisi lima workshop interaktif untuk memberikan pembelajaran praktis. Kelima workshop tersebut meliputi manajemen risiko berbasis ISO 45001, pemanfaatan big data dan AI, diagnosis penyakit akibat kerja berbasis psikososial, penilaian fit for work, serta Health Impact Assessment dalam praktik kesehatan kerja.
Sementara Dr dr Agustina Puspitasari SpOk Subsp BioKO(K), Ketua Perdoki menyatakan bahwa forum tersebut merupakan implementasi UU No. 17 Tahun 2023. Selain para dokter, konferensi ini dihadiri pula profesi lain seperti psikolog klinis atau HRD.
Para dokter spesialis, dokter umum, dokter perusahaan, dokter yang ada di fasilitas kesehatan bersama-sama saling sharing pengalaman.
“Semua kumpul berbagi ilmu dan sharing pengalaman, juga ilmu update sesuai eviden bagi kita menuju pelaksanaan UU 17 tahun 2023 dan turunannya upaya dari preferensi, kuratif, rehabilitasi dan variatif di kesehatan kerja,” urainya.
Dokter Agustina berharap, pekerja Indonesia makin produktif dengan upaya ilmiah yang kita adakan untuk saling berdiskusi dan berjejaring.
















