
Bayu Skak bersama para pendukung film 'Foufo' saat jumpa pers di Kencana Baja.
Mengusung genre komedi sci-fi, ‘Foufo’ menghadirkan cerita yang tak biasa. Film ini mengisahkan Muslim (Tretan Muslim), pemuda Madura yang bekerja sebagai pengepul barang rongsokan dan berjuang melunasi biaya haji sang ibu.
Hidupnya berubah ketika alien bernama Foufo jatuh ke keluarganya. Teknologi canggih milik alien itu sempat membantu menyelesaikan berbagai persoalan. Namun keadaan berbalik saat energi Foufo habis tepat ketika tenggat pelunasan biaya haji semakin dekat.
Muslim pun dihadapkan pada pilihan sulit, menyelamatkan impian ibunya berangkat haji atau membantu Foufo kembali ke kapal induknya.
Bagi Tretan Muslim, film ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai pemeran utama layar lebar. Tantangannya bukan hanya membangun emosi, tetapi juga menggunakan tiga bahasa sekaligus, yakni Madura, Indonesia, dan Jawa dialek Surabaya.
“Kadang saat pengambilan gambar saya masih sering tertukar karena harus berganti-ganti bahasa. Tapi saya sangat mengapresiasi keberanian Mas Bayu yang memberi kesempatan kepada banyak pemain nonprofesional. Orang Surabaya, Jawa Timur, dan Madura patut bangga karena semua memberikan penampilan terbaik,” tuturnya.
















