Di Tengah Badai Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak, Aspra Justru Gaspol Ekspansi Menuju 2026

0
5


Untuk menjaga ketahanan produksi, Aspra memperkuat strategi buffer stock agar ketersediaan bahan baku tetap aman. Di sisi lain, perusahaan juga menerapkan hedging atau lindung nilai untuk mengantisipasi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Meski demikian, Ricky menyebut struktur bahan baku Aspra masih relatif stabil. Sebagian besar produk perusahaan berbasis PET (Polyethylene Terephthalate) yang produksinya terkonsentrasi di Asia, termasuk Indonesia, Vietnam, dan China.

“Dari sisi pasokan PET masih cukup aman karena banyak diproduksi di Asia. Kami juga masih mendapat suplai dari Indorama, Mitsubishi Chemical, dan Wankai Indonesia,” jelasnya.

Namun ia mengakui tekanan harga tetap tidak bisa dihindari. Karena itu, ASPRA melakukan penyesuaian harga secara bertahap kepada pelanggan agar keseimbangan bisnis tetap terjaga.

Dari Bertahan ke Ekspansi
Di tengah tantangan global tersebut, ASPRA justru mempercepat agenda pertumbuhan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose di Surabaya, perusahaan memaparkan strategi ekspansi berbasis penguatan kapasitas produksi.

1 2 3 4 5

Comments are closed.