
Display landscape duta Indonesia terpilih sebagai juara 2 Malaysia Highest Flower Exhibition 2026. (foto-foto: dok/IST)

Beragam anggrek hasil budi daya atau hibryda yang dilombakan pada Malaysia Highest Flower Exhibition. Indonesia absen pada kategori ini karena tidak bisa membawa anggrek dari tanah air lantaran rumitnya birokrasi.
Selain fasilitas transportasi, akomodasi, panitia juga mengganti beaya pembuatan display senilai 8.000 Ringgit serta hadiah bagi para pemenang.
Untuk kategori display besar berukuran 8×4 meter, juara pertama memperoleh hadiah 6.000 Ringgit Malaysia. Jika sekaligus meraih gelar The Best Show, hadiah meningkat ditambah 8.000 Ringgit.
Indonesia sebagai juara kedua menerima 4.000 Ringgit. Sementara juara ketiga Malaysia memperoleh 2.000 Ringgit.
Menurut Prof Madya Dr Manoar Mariapan, pakar ekowisata Malaysia, penyelenggaraan event seperti ini memiliki dampak ekonomi yang sangat besar.
Berkat promosi yang dilakukan panitia dan pelaksanaan yang bertepatan dengan musim liburan panjang, tingkat kunjungan wisatawan ke Genting Highland meningkat signifikan.
“Hotel-hotel penuh. Banyak yang bahkan menolak tamu karena kamar habis. Pusat perbelanjaan juga ramai. Inilah fungsi sebuah event yang mampu menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
















