
Beragam anggrek hasil budi daya atau hibryda yang dilombakan pada Malaysia Highest Flower Exhibition. Indonesia absen pada kategori ini karena tidak bisa membawa anggrek dari tanah air lantaran rumitnya birokrasi. (foto-foto: dok/IST)
“Saya hanya ingin dua hal. Bendera Indonesia tetap hadir bersama negara-negara lain, dan dunia tetap ingat bahwa Indonesia memiliki anggrek yang luar biasa,” imbuhnya.
Semangat itu pula yang dirasakan Win Selamat Riyadi bersama putranya, TB Farhan Davin, penata taman asal Pelaihari, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang membantu pengerjaan display Indonesia.
Ada sisi cerita lain yang agak naif. Kondisi finansial tim Indonesia bahkan jauh dari kecukupan karena dibiayai secara mandiri. Permohonan bantuan pada Wakil Gubernur Jawa Timur maupun Dana Indonesia Raya sebagai Duta Budaya hanya bertepuk sebelah tangan.
Bondho nekat
Saat perjalanan menuju Kuala Lumpur, Rudy sempat berseloroh bahwa mungkin merekalah penumpang paling ‘bokek’ di dalam pesawat.
Ketika ditanya isi dompetnya, dia tertawa. “Hanya ada 120 Ringgit,” tuturnya.
Sementara Rokimdakas hanya membawa Rp400.000. Setelah ditukar di money changer, nilainya hanya sekitar 78 Ringgit Malaysia.

















