
Belinda Luis, Co-Founder & President Director of Wonderlab & Christian Melvin, Co - Founder & Creative Director Wonderlab (foto-foto: dok/IST)
Berangkat dari keyakinan inilah, Wonderlab lahir. Wonderlab resmi dibuka di Senayan City, lantai 6, Jakarta, sebagai destinasi pertama di Indonesia yang menggabungkan permainan dan edukasi fisik berbasis teknologi mekatronik bagi anak, praremaja, dan keluarga —menjawab kebutuhan yang selama ini ada, namun belum terpenuhi.
Dengan area seluas 1.405 meter persegi, Wonderlab menghadirkan mechatronic play –permainan yang memadukan sistem mekanik, elektronik, dan interaktif yang merespons gerakan secara langsung.
Didukung dengan projection mapping, tata cahaya dinamis, dan permainan berbasis tantangan, Wonderlab menggabungkan aktivitas fisik dengan stimulasi kognitif untuk mendorong eksplorasi, rasa percaya diri, kemampuan memecahkan masalah, dan daya adaptasi praremaja.
“Kami terinspirasi dari prinsip mens sana in corpore sano, bahwa jiwa dan raga harus tumbuh bersama. Hari ini, terlalu banyak fokus diberikan pada perkembangan akademik, sementara perkembangan fisik yang membentuk ketangguhan dan karakter anak justru sering diabaikan,” kata Belinda Luis, Co-Founder & President Director of Wonderlab.
Belinda menambahkan,”Wonderlab hadir untuk mengembalikan keseimbangan itu –sebuah ruang di mana anak dan praremaja bisa bergerak, berpikir, mencoba, bahkan gagal lalu mencoba lagi, dan tumbuh menjadi pribadi yang berani, tangguh, adaptif, dengan rasa ingin tahu yang tinggi.”

















