Stasiun Ngunut Jaga Mobilitas Warga Blitar–Tulungagung Tetap Terhubung

0
27

Ngunut juga dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Tulungagung bagian timur. Lokasi stasiun yang dekat dengan Pasar Rakyat Ngunut, kawasan pertokoan, layanan perbankan, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan masyarakat membuat kereta api menjadi bagian dari ekosistem mobilitas warga.

Selain perdagangan, kawasan Ngunut dan sekitarnya juga ditopang oleh aktivitas pertanian, usaha kecil, industri rumah tangga, serta sentra produksi masyarakat. Keterhubungan melalui kereta api membantu warga memperluas akses menuju peluang kerja, pendidikan, layanan perkotaan, dan pusat ekonomi regional tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Stasiun Ngunut melayani sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal. Pada layanan jarak jauh, pelanggan dapat memanfaatkan KA Brantas, KA Singasari, dan KA Matarmaja. Untuk mobilitas regional di Jawa Timur, pelanggan juga dilayani Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran.

“Bagi masyarakat Ngunut, stasiun adalah akses menuju kesempatan yang lebih luas. Dari stasiun ini, warga dapat berangkat bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas perdagangan, dan menjaga hubungan keluarga antarkota,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Anne, KAI terus menjaga layanan di stasiun-stasiun daerah agar manfaat kereta api semakin dirasakan masyarakat.

Akses kereta api juga membuka peluang wisata di sekitar Tulungagung bagian timur. Pelanggan dapat menjadikan Stasiun Ngunut sebagai salah satu pintu perjalanan menuju destinasi seperti Ranu Gumbolo, Puncak Jowin, kawasan kuliner sekitar Pasar Ngunut, serta berbagai tujuan wisata lain di Tulungagung dan Blitar. */wid/ap

1 2 3

Comments are closed.