Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Forum Pendidikan Alternatif Ajak Warga Bergerak dari Tingkat Kampung

0
66

“Perlu ada kesepakatan bersama di tingkat kampung mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kekerasan terhadap anak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Diskusi yang diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan warga, mahasiswa, komunitas pemerhati anak, hingga ibu-ibu dampingan Dharma Putra Swadaya berlangsung hangat. Salah satu momen yang menyentuh terjadi ketika seorang nenek menceritakan pengalaman cucunya yang menjadi korban pelecehan seksual. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak masih terjadi di sekitar masyarakat dan membutuhkan perhatian bersama.

Forum Pendidikan Alternatif sendiri merupakan aliansi sejumlah sanggar belajar di kawasan padat penduduk Surabaya, di antaranya Pelita Insan Pembelajar (PIJAR), Sanggar Merah Merdeka, Sanggar Alang-Alang, Dharma Putra Swadaya, Karya Kasih Putra, Novaloka, dan Almakarya. Selama ini mereka aktif mendampingi anak-anak di kawasan pinggiran kota melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan karakter.

Ketua Pelaksana HAN 2026, Mahrawi, berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi momentum untuk memperjuangkan hak-hak anak.

“Mari jadikan Hari Anak Nasional sebagai ruang untuk menjaga hak anak, memberi mereka kesempatan bersuara, berekspresi, dan tumbuh di lingkungan yang aman. Masa depan bangsa bergantung pada bagaimana kita melindungi mereka hari ini,” katanya.

1 2 3 4

Comments are closed.