Tak Sekadar Bangun Gedung, Mandor dan Tukang Kini Bersatu Siapkan Langkah Besar dari Surabaya

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Munas I Mantra membahas enam agenda utama yang akan menjadi pijakan organisasi dalam lima tahun ke depan.
Menurut Moh Hamzah, penggagas Mantra, agenda pertama adalah pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan hukum organisasi. Selanjutnya, peserta Munas memilih ketua umum yang akan memimpin Mantra periode 2026–2031.
Forum ini juga menyusun struktur kepengurusan mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD), sehingga organisasi memiliki sistem kerja yang lebih terstruktur.
Tak kalah penting, peserta Munas merumuskan program kerja nasional sebagai arah gerak organisasi sekaligus menetapkan Deklarasi Komitmen Profesionalisme Mandor dan Tukang Indonesia. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga etika profesi, meningkatkan kualitas pekerjaan, serta membangun budaya kerja yang lebih profesional.
Selain penguatan internal, Mantra juga menaruh perhatian besar pada kolaborasi lintas sektor. Organisasi ini ingin memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga berbagai pemangku kepentingan di bidang konstruksi agar tercipta ekosistem kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan.
















