
Penampilan Titi DJ bersama Felicia dan Vedra membawakan lagu 'Hanya Cinta yang Bisa' sukses memukau seluruh judges di malam Grand Final. (foto-foto: dok SCTV)
“Ceritanya tentang gagal move on. Padahal kita sudah tahu orang ini punya banyak sekali red flag. Aku yakin banyak teman-teman yang relate dengan lagu ini. Terima kasih untuk kak Iqbal, Kak Dennis, dan semua yang terlibat dalam proses pembuatan lagu ini. Semoga teman-teman suka dengan lagunya,” tandasnya.
Sementara lagu kemenangan berjudul ‘Kronologi’ yang dibawakan Vedra juga berhasil mendapatkan standing ovation dari seluruh judges. “Lagu ini cocok banget dengan Vedra. Lagu ini memang sudah berjodoh dengan Vedra karena semua pesan dan emosinya berhasil tersampaikan,” puji Isyana Sarasvati.
Vedra menjelaskan bahwa ‘Kronologi’ menceritakan kebingungan seseorang dalam memahami perasaannya sendiri. “Makna lagu ini sebenarnya cukup membingungkan karena di dalam ceritanya, kita menjadi orang yang melampiaskan perasaan, bukan orang yang menerima pelampiasan tersebut. Di lagu ini aku merasa seperti menjadi pihak yang bersalah dan sedang bingung dengan perasaan sendiri,” ungkap Vedra.
Andien turut mengapresiasi lagu kemenangan yang dibawakan Vedra. “Aku sangat terkesima. Pencipta lagunya hebat sekali membuat lagu seperti ini dan sangat tepat ketika dipasangkan dengan kamu,” puji Andien.
Afgan juga menilai ‘Kronologi’ menjadi lagu yang tepat untuk membuka perjalanan Vedra di industri musik Indonesia.
Di penghujung babak ‘Grand Final’, berdasarkan perolehan Virtual Gift sementara, Vedra harus puas berada di posisi kedua. Sementara Felicia berhasil mencatatkan perolehan Virtual Gift tertinggi sehingga unggul sementara menjelang babak ‘Grand Final Result’ pekan depan.
















