
Hamid Nabhan bersama pelukis Nasirun. (foto: dok/IST)
iniSURABAYA.com – Dunia seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro lukis terkemuka asal Yogyakarta, Nasirun, berpulang pada Sabtu (1/8/2026). Kepergian seniman yang sangat produktif ini meninggalkan lubang yang besar di hati keluarga, kolega, serta siapa saja yang pernah mengenal karakternya dari dekat.
Bagi publik luas, Nasirun adalah seorang maestro besar yang goresan kuas, warna, dan karya-karyanya telah menghiasi berbagai ruang pameran penting serta mengukir sejarah seni rupa Indonesia. Namun, bagi mereka yang pernah bersinggungan langsung dengannya, almarhum adalah sosok manusia yang luar biasa hangat, membumi, dan sangat humble.
Kesan mendalam tentang kerendahan hati itu salah satunya tergambar ketika saya bersama perupa sketsa nasional, Pak IP Ma’aroef, berkunjung dan bersua langsung dengan pelukis Nasirun. Pada saat itu, Nasirun baru saja tiba dari Jepang dan menitipkan sebuah amplop untuk disampaikan kepada Pak IP Ma’ruf, yang berisi uang seratus dolar serta sketsa karya Nasirun beserta pesan khusus.
Dengan penuh kegembiraan Pak IP Ma’ruf menerima amplop tersebut, mengambil uang seratus dolar di dalamnya, lalu dengan murah hati memberikan sketsa tersebut sebagai hadiah kepada saya.
Sebagai seorang seniman yang namanya telah menjulang, Nasirun dan Pak IP Ma’aroef sama sekali tidak pernah membangun jarak. Mereka menyambut pertemuan itu dengan senyum yang cair, gelak tawa yang akrab, dan kesederhanaan khas seorang sahabat lama.
















