
Pengunjung sedang menyaksikan karya-karya Drajat Sunaryadi yang memberanikan diri untuk pameran tunggal pertama kali. Digelar di Hall Lantai 1 Plaza Marina Surabaya, sejak 24 Agustus 2026 lalu.
Hingga Minggu (30/8/2006), karya-karya Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Pegawai (DPP) Bank BPR Jatim2019-2021 itu masih dapat disaksikan. Di antara 25 karya ada beberapa lukisan berobjek ikan koi yang dipercaya membawa rezeki. Misalnya dalam judul Harmoni Dua Energi (Yin dan Yang), berukuran 120 cm x 100 cm, acrylic on canvas yang menampilkan dua ekor ikan koi berukuran besar.
Menurut Direktur Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Kredit Usaha Rakyat Kecil (PD BPR KURK) Jatim Giri Banyuwangi 1997-2001 itu, point of view-nyaada pada gerakan ikan yang melingkar dalam pusaran air yang sangat dinamis. Komposisi ini menciptakan harmoni visual yang mengingatkan pada simbol Yin dan Yang—melambangkan keseimbangan, keberuntungan, serta aliran energi kehidupan yang berkesinambungan.
”Bila diperhatikan detail dan karakter subjeknya, kedua ikan koi ini saya gambarkan dengan perpaduan warna klasik merah, putih, hitam, serta sentuhan keemasan pada sisiknya. Guratan kuas yang tajam pada sirip dan ekor mempertegas gerakan lincah dan lekukan tubuh koi saat meliuk menembus air,” papar Drajat yang meraih gelar MM dari UPB Surabaya.
Sementara komposisi warna dan latar belakang menampilkan penggunaan warna latar yang gelap (hitam dan cokelat bernuansa tanah) berpadu kontras dengan pusaran air berwarna biru muda, putih, dan keemasan. Percikan air (splatter) serta aksen berkilau memberikan efek dramatis, seolah-olah kedua ikan tersebut baru saja melompat atau berputar kencang.
“Sampai sekarang, penyuka ikan koi masih banyak. Sangat pas untuk dipajang di rumah atau kantor. Ada pancaran yang penuh energi (energetic), keanggunan, sekaligus ketenangan yang membawa keberuntungan (fengshui). Perpaduan tekstur cat dan gerak abstrak pada air menjadikan lukisan saya ini tampak hidup dan modern,” terang Pembina dan Pengawas Teknis LKURK BPD Jatim Cabang Banyuwangi 1989-1997 itu.
















