
Kiri ke Kanan: Dr Aung Kyaw, Direktur Jenderal, Kementerian Pendidikan (Myanmar); Dr. Carmela Oracion, Wakil Menteri Bidang Learning Systems Strand, Departemen Pendidikan (Filipina). (foto: dok)
Program ini akan membekali para pendidik dan siswa dengan keterampilan untuk mengintegrasikan AI ke dalam kegiatan mengajar, belajar, penelitian, dan persiapan memasuki dunia kerja.
Dr Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation mengatakan, Fase 1 menunjukkan bahwa generasi muda, pendidik, dan masyarakat ASEAN siap memanfaatkan AI bila mereka diberikan perangkat dan dukungan yang tepat.
“Melalui Fase 2, yang kini didukung oleh AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, kami tidak hanya berfokus pada meningkatkan kesadaran tentang AI, tetapi juga membekali sistem pendidikan di kawasan ini dengan keterampilan AI yang praktis,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Dr Piti Srisangnam, para guru dan siswa dapat menggunakan AI secara bertanggung jawab dan percaya diri, sekaligus mempersiapkan tenaga kerja masa depan di kawasan.
Bekerja Sama dengan Mitra Pelaksana Lokal
Dalam pelaksanaan AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, ASEAN Foundation bekerja sama dengan Mitra Pelaksana Lokal (Local Implementing Partners/LIPs) dari berbagai negara anggota ASEAN yang memenuhi kualifikasi dan berminat untuk berpartisipasi.















