
Kiri ke Kanan: Dr Aung Kyaw, Direktur Jenderal, Kementerian Pendidikan (Myanmar); Dr. Carmela Oracion, Wakil Menteri Bidang Learning Systems Strand, Departemen Pendidikan (Filipina). (foto: dok)
Para mitra tersebut akan mendukung pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan konteks lokal serta penyelenggaraan pelatihan AI terapan bagi guru jenjang K–12, mahasiswa, dan dosen.
Selama pelaksanaan program, ASEAN Foundation akan bekerja sama secara erat dengan kementerian pendidikan di masing-masing negara anggota ASEAN untuk memastikan pelaksanaan program selaras dengan prioritas nasional di bidang AI dan pendidikan, sekaligus melengkapi berbagai inisiatif yang telah ada.
Koordinasi ini juga akan membantu mengidentifikasi konteks nasional yang relevan, memfasilitasi keterlibatan institusi pendidikan dan penerima manfaat, serta memperkuat kepemilikan pemerintah terhadap program tersebut.
Selain menyelenggarakan pelatihan, ASEAN Foundation akan menggelar pertemuan di tingkat regional dan nasional bersama para pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dari negara anggota ASEAN yang berminat untuk berpartisipasi, termasuk pejabat pemerintah, praktisi AI, akademisi, organisasi masyarakat sipil, organisasi internasional, media, dan perwakilan penerima manfaat.
Pertemuan tersebut akan mendorong pertukaran pengetahuan dan menghasilkan berbagai wawasan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan strategi pendidikan AI berbasis bukti untuk menjawab kebutuhan dan kesenjangan yang dihadapi bersama di kawasan. Pertemuan Regional Keempat dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Singapura.
















