
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya (foto: dok)
“Kalau tidak ada perubahan maka pengampu yang memegang RW itu akan kita berikan reward. Rewardnya ada dua. Yang berhasil kita kasih bendera putih di kantornya, yang tidak berhasil menjalankan Kampung Pancasila, maka kita berikan bendera hitam untuk dinasnya,” tegasnya.
Menurut dia, pemberian bendera tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan Kota Surabaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Baginya, pemerintah juga harus mampu mengajak masyarakat terlibat dalam membangun dan menjaga wilayahnya masing-masing.
“Agar kita sadar betul membangun Kota Surabaya bukan hanya pemerintahnya, tapi bagaimana pemerintah bisa mengajak seluruh warga Surabaya membangun kotanya sendiri, membangun wilayahnya sendiri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, bendera hitam akan menjadi salah satu indikator yang berpengaruh terhadap evaluasi kinerja kepala PD. Bahkan, evaluasi tersebut dapat menentukan keberlanjutan jabatan kepala perangkat daerah.
“Bendera hitam ini akan berpengaruh terhadap kinerja Kepala PD. Apakah terus menjadi Kepala PD atau tidak,” tegasnya.
Ia berharap Kampung Pancasila tidak sekadar menjadi program, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dari lingkungan paling dasar. Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan dan membangun wilayah secara bersama-sama.
“Saya berharap kampung Pancasila ini bisa mengubah Surabaya mulai dari dasar. Mengajak warga Surabaya mengubah paradigma, mengubah kebiasaan yang menentukan nasib Kota Surabaya ini,” pungkasnya. */ana/ap
















