
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian Tingkat Resiliensi Media dan Partisipasi Publik dalam Menilai Media. (foto: dok)
Sementara Yatimul Ainun, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur menilai perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap industri media. Menurutnya, media perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjaga kualitas informasi dan kepercayaan publik.
Di kesempatan itu, Royin Fauziana, Komisioner KPID Jawa Timur menyoroti perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bagi lembaga penyiaran untuk menjaga kualitas konten sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.
Selain membahas resiliensi industri media, FGD juga mengangkat partisipasi publik dalam menilai media. Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga dapat memberikan tanggapan, kritik, dan masukan terhadap pemberitaan.
Kegiatan tersebut dihadiri antara lain oleh perwakilan JTV, Jawa Pos, Radio Suara Surabaya, Project Arek, AMSI Jawa Timur, ATVLI Jawa Timur, KPPU Surabaya, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.
Berbagai pandangan yang disampaikan dalam FGD selanjutnya akan dihimpun sebagai bahan pemetaan kondisi ekosistem media di Jawa Timur. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tantangan keberlanjutan industri media, kualitas informasi, adaptasi teknologi, dan hubungan media dengan masyarakat.
Bagi KPPU, dinamika tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan struktur dan perilaku pasar yang perlu dipahami dalam melihat kondisi persaingan di industri media. Ekosistem usaha yang sehat diperlukan agar inovasi dapat berkembang dan masyarakat tetap memiliki pilihan layanan informasi yang beragam. */ana/ap
















