Warga Surabaya Tak Perlu Panik Soal Sesar Aktif: Ini Langkah Kesiapsiagaan BPBD dan BMKG

0
19

Tidak hanya itu, ia juga menandaskan, bahwa pergerakan masing-masing segmen ini berbeda setiap tahunnya. Segmen Surabaya mengalami pergerakan 0,5 milimeter, sedangkan Waru 1 milimeter per tahun.

“Efeknya apa kalau terjadi magnitudo maksimum? Guncangan bisa mencapai intensitas 6 hingga 8 MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini dapat memicu kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan tahan gempa. Serta kerusakan berat hingga roboh pada bangunan biasa atau tanpa struktur,” paparnya.

Rozikan menekankan, beberapa langkah yang perlu diantisipasi masyarakat ketika gempa terjadi, salah satunya yakni melakukan kroscek dan tidak mudah termakan isu hoax yang tidak jelas sumbernya.

Selanjutnya, masyarakat bisa mengakses informasi resmi dari aplikasi Info BMKG atau Pemkot Surabaya. Selain itu, masyarakat diimbau untuk aktif mencari edukasi atau penyelamatan diri dan memahami prinsip penyelamatan bencana.

“Tetap tenang, kemudian pahami prinsip seperti drop, cover, hold on, seperti menunduk, kemudian melindungi kepala, masuk ke kolong meja dan berpegangan di situ,” pesannya.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Rozikan, adalah kenali akses evakuasi, di mana kita berada tentunya sudah ada rambu evakuasi, jalur evakuasi dan titik kumpul. “Kemudian lokasi titik kumpul itulah yang menjadi tujuan akhir dari kita bila terjadi bencana,” pungkasnya. */ana/ap

1 2 3

Comments are closed.