
Menurut Fajar, pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya RPH Surabaya dalam menjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kota Pahlawan. Hasil pemantauan harga dan pasokan juga disampaikan dalam koordinasi rutin bersama Pemkot Surabaya dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga kondisi di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah yang diperlukan.
Ia menegaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya turut mencermati perkembangan harga daging sapi yang cenderung bertahan selama beberapa bulan terakhir. Dengan kondisi tersebut, perhatian tidak hanya diarahkan pada pergerakan harga, tetapi juga pada kesinambungan pasokan agar masyarakat tetap mudah memperoleh daging sapi di pasar tradisional.
“Kami memastikan pasokan daging sapi tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan sapi hidup siap potong juga mendukung keberlangsungan pasokan ke pasar. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa berbelanja seperti biasa sesuai kebutuhan,” tandasnya.
Selain menjaga ketersediaan pasokan, RPH Surabaya mengajak masyarakat untuk memilih daging sapi hasil pemotongan di RPH yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Masyarakat dapat mengenali pedagang mitra melalui papan Mitra RPH Surabaya yang terpasang di lapak penjualan.
“RPH Surabaya berkomitmen mendukung ketersediaan pangan, khususnya daging sapi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami terus memantau kondisi pasokan dan mendorong masyarakat memilih daging yang aman serta layak dikonsumsi, sehingga kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. */ana/ap
















