
Parade Surabaya Juang 2026 akan melibatkan sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), prajurit TNI dan Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, pemuda, hingga berbagai komunitas masyarakat. (foto: dok Diskominfo)
Sepanjang rute sekitar 2,5 kilometer tersebut, masyarakat akan disuguhi berbagai adegan yang menggambarkan perjalanan sejarah perjuangan, mulai dari perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945.
Angkat Perjuangan Soegiarto
Salah satu kisah yang diangkat adalah perjuangan Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau untuk turut mempertahankan kemerdekaan. Kisah tersebut menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dapat tumbuh dari siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
Pengunjung juga dapat menyaksikan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) di kawasan perempatan gedung eks-Siola serta atraksi pertempuran 10 November 1945 di titik akhir parade.
Menurut Herry, tema ‘Suroboyo Wani’ memiliki makna yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Keberanian arek-arek Suroboyo tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan mengangkat senjata, tetapi juga dapat diteruskan lewat pendidikan, kreativitas, prestasi, budaya, olahraga, dan kepedulian terhadap sesama.
“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” tandasnya.
















