
Adegan Lengkung Kusumo dan Endang Nilowati meminta restu orangtua dalam pentas Wayang Jurnalis. (foto-foto: dok)
“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan yang menyenangkan bagi para jurnalis, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dan apresiasi yang lebih besar terhadap seni pertunjukan Tanah Air,” tegasnya.
Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 1.000.0000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan dengan pendekatan kreatif yang memadukan kekayaan budaya Indonesia dan konsep kekinian.
Dalam perjalanannya, lebih dari 2.000 pekerja seni telah terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, hingga kunjungan budaya. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan seni dan budaya Indonesia dalam bentuk yang dekat, menarik, dan relevan bagi masyarakat lintas generasi.
Wayang Jurnalis
Salah satu program yang menghadirkan bentuk partisipasi berbeda adalah Wayang Jurnalis. Pertama kali diperkenalkan pada 2014, program ini mengajak para jurnalis untuk tidak hanya menjadi penikmat dan peliput seni, tetapi juga terlibat langsung sebagai pelaku seni.
Setelah sempat vakum sejak 2020, tahun ini Wayang Jurnalis kembali digelar untuk keenam kalinya melalui pementasan ‘Petruk Mantu’. Kehadirannya kembali membuka kesempatan bagi para jurnalis untuk mengenal lebih dekat seni pertunjukan tradisional melalui pengalaman langsung di atas panggung.

















