
Penampilan ludruk Marsudi Laras Surabaya. (foto-foto: dok)
iniSURABAYA.com — Bagaimana membuat ludruk tetap menarik bagi generasi muda tanpa kehilangan ciri khasnya? Jawabannya bukan dengan meninggalkan tradisi, melainkan memberi ruang bagi seniman untuk mengolahnya menjadi pertunjukan yang lebih segar dan relevan dengan kehidupan masa kini.
Semangat itu diusung Festival Ludruk Surabaya 2026 bertema ‘Semangat Kepahlawanan’. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 November 2026 di Gedung Balai Budaya Surabaya ini menjadi ruang bagi kelompok ludruk untuk menunjukkan kreativitas sekaligus merawat kesenian tradisional Jawa Timur.
Bukan sekadar ajang kompetisi, festival tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para seniman untuk mengembangkan bentuk pertunjukan, menemukan cara bercerita yang lebih dekat dengan penonton, serta menjaga keberlanjutan ludruk di tengah perubahan zaman.
Konsep festival disosialisasikan oleh Fidelia Septi Verlaidi, Subkoordinator Pengembangan Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.
“Kegiatan sosialisasi itu diikuti 22 perwakilan grup ludruk di Surabaya,” ungkap Fidelia Septi Verlaidi.
















