
Sinarto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menerima lukisan karya Budi Bi, koordinator pameran lukisan 'Mir4culous Trsut' yang diadakan dalam rangkaian HUT ke-4 inisurabaya.com.

iniSURABAYA.com – Sinarto SKar MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menegaskan kekagumannya pada karya lukis yang dibuat awak media dan dipajang di pameran bertajuk ‘Mir4culous Trust’ yang digelar di Surabaya Suites Hotel, Senin (15/3/2021).
“Saya kaget, karena ini bukan seperti karya jurnalis, tetapi sudah setaraf pelukis betulan!” serunya sambil mengamati lukisan berjudul ‘Dan Daun-Daun’ karya M Anis.
Lukisan berukuran 50×50 cm hasil goresan cat acrylic dan cat minyak di atas kanvas itu menggambarkan sebuah kursi terbuat dari kayu dan di salah satu kakinya ditumbuhi tanaman.
Di atas gambar kursi itu ada lembaran daun lebar membentang sangat lebar dengan perpaduan warna hijau dan cokelat.

Pameran yang berlangsung di selasar Surabaya Suites Hotel dan digelar selama tiga pekan hingga 3 April mendatang ini juga dipajang karya Dodo HW, fotografer Harian Surya.
Lukisan berjudul ‘Under Full Moon’ ini dibuat dengan goresan acrylic di atas kanvas ukuran 60×60 cm.
Sesaat kemudian pandangan Sinarto lalu beralih ke lukisan di sebelahnya. Lukisan bersusun itu yang atas berjudul ‘Bapak Pluralisme’ yang menampakkan sosok KH Abdurrahman Wahid.
Sedang di bawahnya ada lukisan berjudul ‘Mbak Moen’ yang sama-sama karya pelukis Budi Bi. Sosok KH Maimoen Zubair yang sangat disegani karena selalu tampil sederhana ini juga hasil goresan cat air yang jadi ciri khas Budi Bi.

Sinarto menyatakan rasa bahagianya atas penyelenggaraan pameran lukisan yang diikuti 15 perupa tersebut. “Kegiatan ini patut dibanggakan karena di tengah pandemi Covid-19 masih bisa membuat agenda kegiatan pameran. Apalagi tak hanya diikuti seniman Jawa Timur tetapi juga dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sinarto berharap pameran yang dimotori Budi Bi itu digeber dalam rangkaian ulang tahun ke-4 iniSurabaya.com ini bisa menandai bahwa kegiatan berkesenian di Jawa Timur sudah pulih.
Kepala Disbudpar Jatim ini menyatakan pula keinginan menjalin kerjasama erat dengan jurnalis. “Pemerintah tidak akan kuat tanpa adanya komunitas, media, maupun pebisnis. Masyarakat luas harus gandengan bersama sebagai penguat kebudayaan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Sinarto juga sempat memuji Firman S Permana, GM Surabaya Suites Hotel yang sudah memberi fasilitas kepada para seniman untuk memajang karyanya di hotel bintang 4 tersebut.
“Pak Firman ini saya tahu betul mau mengakomodir pikiran-pikiran yang agak nyeleneh,” katanya.
Sinarto mengaku dirinya pernah hadir di hotel tersebut atas undangan dari komunitas chef. ”Semoga amalnya lebih banyak lagi,” begitu harapnya pada sosok Firman.
Ajaibnya Kepercayaan
Ada sekitar 15 pelukis yang menggelar karya mereka di pameran tersebut. Selain dari Surabaya, para perupa ini juga ada yang dari Pasuruan, Sidoarjo, Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.
“Pameran secara luring memang punya kelebihan sendiri. Kadang, untuk menikmati karya seni, akan lebih baik bila dilihat secara langsung. Kita bisa melihat warna dan goresan lebih dekat, tekstur terlihat jelas,” ungkap Budi Bi, koordinator pameran bertajuk ‘MIR4CULOUS TRUST’ ini.
“‘MIR4CULOUS TRUST’ adalah ‘Ajaibnya Kepercayaan’. Tanpa kepercayaan, kami tak bisa bertahan, dan tak akan ada kesempatan pameran di masa pandemi ini,” tegas Budi Bi.
Perupa yang selalu mengkampanyekan seni lukis cat air ini menambahkan, dalam pameran luring ini antara seniman dan ‘penikmat karya seni’ juga lebih gayeng. “Tentu di kondisi pandemi seperti ini, semuanya tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan,” tandasnya. ana
















