
Adith Raharjo, General Manager Best Western Papilio Surabaya.

Adith Raharjo, General Manager Best Western Papilio Surabaya.
iniSURABAYA.com – Pernah bolak balik ditolak bekerja di industri kepariwisataan, siapa sangka langkah Adith Raharjo justru melenggang di dunia hospitality.
Pria asal Situbondo itu kini malah memimpin hotel Best Western Papilio, hotel bintang 4 di Kawasan Surabaya Selatan. “Ini semua berkat Tuhan yang mengarahkan saya ke kebaikan-kebaikan dan hal-hal positif,” tegas Adith di momen perkenalan dengan awak media, Rabu (18/1/2023).
Adith mengaku saat masih duduk di bangku SMA sempat ingin jadi pemandu wisata. Tetapi karena dianggap tak punya ketrampilan, keinginan itu tak terpenuhi.
Tak kenal putus asa. Adith lalu beruntung kemudian bertemu dengan seorang guide professional di Bali yang kemudian mengajarinya Bahasa Jepang.
Dan ketika mempraktikkan ilmunya itu saat berhadapan dengan turis Jepang, Adith terkejut karena mendapat acungan jempol dari wisatawan dari Negeri Matahari Terbit ini.
“Saya kaget atas respons mereka. Semula saya kira mereka kecewa. Tetapi sebaliknya, mereka puji bahasa Jepang saya bagus,” papar Adith yang mengaku sempat pula menjadi tukang parkir dalam perjalanan hidupnya.
Peristiwa itu lah yang membuat Adith makin semangat dan terus memperkaya ilmunya tentang kepariwisataan. “Saya memang suka membaca. Dari buku-buku itulah saya memperdalam pengetahuan saya. Dari situ pula saya menemukan jalan ke (dunia) pariwisata,” urainya.
Adith berpesan, untuk memulai sesuatu, seseorang harus menjalaninya dengan pikiran terbuka. “Apa pun yang dilakukan, open mind itu penting,” tutur penulis buku best seller berjudul ‘5 Rahasia Sukses Bisnis Restoran’ ini.
Adith menekankan, agar dalam hidup seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain. “Jangan pernah merasa lebih mampu dan lebih hebat,” katanya.
Di industri perhotelan, langkah Adith diawali saat bekerja di salah satu hotel di daerah Nusa Dua Bali dan terus beranjak ke properti nasional maupun internasional.
Dimulai dari bawah, karier Adith terus berkembang di divisi Food & Beverage. Pernah menjabat sebagai captain, supervisor, asisten manajer, hingga general manager.
“Sebagai general manager tentu ada beberapa rintangan, terutama perihal internal. Dan saya selalu meyakini bahwa every part in this hotel have a soul dimana semua bagian di dalam hotel ini memiliki jiwa. Dan setiap jiwa memerlukan bimbingan atau arahan dari seorang pemimipin yang memiliki karakter kuat dan wawasan luas,” cetusnya.
Disinggung soal strategi mengelola hotel, sosok yang pernah meraih ‘Certified Instructor’ dari Board of trustee Educational Institute of AH&LA–USA di bidang Hospitality ini meyakini semua hotel sama.
Adith menandaskan, hotel semata bangunan yang terdiri tumpukan batu bata, ditambah furniture dan ornamen lain sebagai pelengkap, plus teknologi. “Saya yakini sukses hotel justru sangat tergantung pada orang-orang yang bekerja dengan baik dan maksimal,” urainya.
Karena kepiawaiannya dalam mengembalikan bisnis hotel dan restoran yang bermasalah dan sakit itu pula yang membuat Adtih mendapat julukan ‘Dokter Hotel & Restaurant’ dari Pelatih No. 1 Indonesia, Tung Desem Waringin.
Beberapa penghargaan yang pernah diraih Adith antara lain Indonesian Best of the Best tahun 2012, Master Hotel Indonesia tahun 2017, dan juga dinobatkan sebagai Indonesia’s Top Hospitality Leader pada ajang pemilihan Indonesia’s Travel & Tourism Award 2021/2022. ap
















